Selingkuh Jadi Penyakit yang Susah Sembuh
Sejumlah ahli di bidang psikologi menyebut selingkuh adalah sebuah perilaku yang cukup rumit dan dipengaruhi dengan berbagai alasan yang kompleks. Menariknya, penelitian bahkan telah mengonfirmasi bahwa kebiasaan selingkuh seseorang merupakan warisan genetik alias dipengaruhi oleh faktor gen.
Mengutip ABCNews, sebuah gen yang berperan membentuk kebiasaan selingkuh seseorang adalah D4 plymorphsm atau disingkat DRD4. Pada dasarnya, setiap orang lahir dengan membawa gen ini, namun bukan berarti semua orang pasti akan menjadi tukang selingkuh. Sebab ada hal lain yang ikut menentukan potensi seseorang berselingkuh, yaitu varian dan ukuran dari gen itu.
Lantas apakah artinya selingkuh adalah penyakit yang sulit disembuhkan? Jawabannya adalah bisa iya bisa juga tidak. Karena nyatanya gen tersebut tidak bekerja sendiri. Kecenderungan seseorang untuk berselingkuh juga dipengaruhi beberapa gen lain, selain itu faktor lingkungan, ekonomi, psikis dan pergaulan juga berperan dalam membentuk kebiasaan seseorang.
Satu hal yang pasti, seseorang yang berselingkuh tentunya memilki alasan sendiri. Untuk mencegah hal itu terjadi dalam hubungan kamu, perhatikan alasan-alasan yang paling sering dijadikan pembenaran atas sebuah perselingkuhan berikut.
1. Merasa Kurang
Entah kurang perhatian maupun kurang kasih sayang, banyak orang yang menggunakan alasan yang satu ini untuk berselingkuh. Mereka menyebut, dengan menjalin hubungan bersama orang lain akan mampu mengisi kekosongan yang tak dapat dipenuhi pasangan. Termasuk soal hubungan intim, biasanya suami atau istri yang berselingkuh merasa kurang terpenuhi kebutuhan seksual. Dan memilih untuk mencari pelarian.
2. Masalah Jarak
Hubungan jarak jauh juga sering dijadikan alasan seseorang menjadi tukang selingkuh. Umumnya, mereka menyebut diri sebagai orang kesepian dan membutuhkan kehadiran seseorang. Namun pasangan tidak dapat memenuhi peran tersebut.
3. Merasa Rendah Diri
Mungkin dalam hubungan, kamu lebih mendominasi dan membuat pasangan merasa kurang dihargai. Akhirnya dia menjadi rendah diri dan memilih untuk mencari sosok lain yang dapat menghargai keberadaannya.
4. Balas Dendam
Bukan tidak mungkin pasanganmu pernah salah paham dan menduga kamu memiliki hubungan khusus dengan rekan kerja yang dekat. Dia pun mempercayai fantasinya tersebut dan memilih untuk membalas dendam dengan cara yang sama. Kalau ini yang terjadi, jangan buru-buru mengambil keputusan. Meski perlakuan si dia tak dibenarkan, namun kamu juga berperan dalam membuatnya berpikir demikian.
Jika melihat dari alasan-alasan di atas, sebenarnya selingkuh bukanlah satu kondisi yang mustahil untuk disembuhkan. Asalkan kamu dan pasangan sama-sama memiliki kemauan untuk bertahan dan saling menginstropeksi diri. Pada dasarnya, bukan orang lain lah yang dapat menyembuhkan, tapi dirimu sendiri.
Selingkuh termasuk dalam masalah psikologis. Jika sudah kecanduan, mungkin kamu atau pasangan akan membutuhkan bantuan ahli untuk sembuh. Sebelum memutuskan treatmentyang dibutuhkan, cobalah untuk lebih dulu menghubungi ahli.

Comments
Post a Comment