Skip to main content

5 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)

5 Fakta Kesehatan Seputar Buang Angin (Kentut)


Faktaunik:
Setiap manusia pasti pernah kentut. Itu karena kentut merupakan hal yang normal bagi manusia.

Kentut merupakan pelepasan gas yang ada di dalam perut. Jika kita tidak kentut, gas akan berkumpul di perut kita.

Hal ini akan menyebabkan perut kita kembung dan kita akan merasa tidak nyaman.

Maka itu, kentut merupakan suatu tanda bahwa sistem pencernaan kita bekerja dengan baik.

Mari kita cari tahu fakta-fakta menarik tentang kentut!

1. Penyebab Kentut Berbau Tak Sedap

Menurut ahli kimia, nitrogen dan oksigen yang ikut terhirup ini mengalir di dalam tubuh.

Kedua jenis gas itu lalu bercampur dengan hidrogen, karbon dioksida, dan metana di sepanjang saluran cerna.

Untuk itu, satu-satunya cara gas tersebut keluar dari tubuh adalah dengan melepaskan dari bagian bawah belakang dan menyebar ke udara yang dihirup.

Bau tak sedap kentut bisa jadi berasal dari campuran semua gas yang ada di saluran pencernaan.

Selain itu, biasanya kentut juga lebih berbau karena karbohidrat yang dimakan tidak diproses dengan benar dalam sistem pencernaan.

Ketika karbohidrat tidak cukup terserap di dalam usus, terjadi fermentasi oleh bakteri.

Tak hanya itu, beberapa orang juga mengeluarkan gas metana dan hidrogen sulfida (H2S) yang menyebabkan perut kembung dan kentut berbau seperti telur busuk.

2. Mayoritas Manusia Menyukai Bau Kentut Sendiri

Sebuah penelitian mengungkapkan bahwa di dalam tubuh kita ada jutaan bakteri usus.

Dalam percobaan yang dilakukan, orang lebih menyukai bau kentut mereka sendiri dibandingkan dengan kentut yang dikeluarkan oleh orang lain.

Itu karena kita lebih menyukai sesuatu yang sudah kita kenal daripada sesuatu yang berasal dari orang lain atau hal asing.

3. Secara Alami Menghindari Kentut Orang Lain

Secara alami, manusia berpikir bahwa hal-hal yang menyebabkan bau biasanya berbahaya.

Hal ini kemudian membuat seseorang biasanya secara alami menghindari bau kentut orang lain untuk melindungi diri dari kemungkinan bahaya.

Hal-hal yang tidak higenis, seperti binatang yang dapat membawa penyakit, sebagian bisa ditularkan melalui udara yang menyatu dengan zat yang terkandung dalam kentut.

4. Manusia Melepaskan 70 Miliar Kentut Setiap Hari

Menurut ahli pencernaan, manusia menyimpan rata-rata 1,5 liter gas pada saluran pencernaannya setiap hari.

Dalam sehari, manusia di seluruh dunia bisa melepaskan sampai 70 miliar kentut setiap hari, sekitar 10 di antaranya berasal dari buang gas yang kita lakukan.

Yap, dalam sehari, seseorang bisa kentut sebanyak sepuluh sampai 20 kali, lo.

Namun, aroma kentut setiap orang bisa berbeda-beda, tergantung dari apa yang dikonsumsi.

5. Penyebab Bunyi Kentut

Suara kentut dipengaruhi oleh kecepatan dorongan gas dari dalam perut untuk keluar, juga ukuran dan bentuk lubang anus.

Selain itu, besar dan kecilnya suara kentut seseorang itu dipengaruhi oleh keadaan anus.

Sama seperti suling, semakin kecil dan sedikit lubang suling yang terbuka maka akan menghasilkan nada yang tinggi dan melengking.

Dengan begitu, suara yang dihasilkan cenderung lebih kecil dan bahkan bisa juga tidak terdengar sama sekali.

Comments

Popular posts from this blog

Selingkuh Jadi Penyakit yang Susah Sembuh

Selingkuh Jadi Penyakit yang Susah Sembuh Sejumlah ahli di bidang psikologi menyebut selingkuh adalah sebuah perilaku yang cukup rumit dan dipengaruhi dengan berbagai alasan yang kompleks. Menariknya, penelitian bahkan telah mengonfirmasi bahwa kebiasaan selingkuh seseorang merupakan warisan genetik alias dipengaruhi oleh faktor gen. Mengutip ABCNews, sebuah gen yang berperan membentuk kebiasaan selingkuh seseorang adalah D4 plymorphsm atau disingkat DRD4. Pada dasarnya, setiap orang lahir dengan membawa gen ini, namun bukan berarti semua orang pasti akan menjadi tukang selingkuh. Sebab ada hal lain yang ikut menentukan potensi seseorang berselingkuh, yaitu varian dan ukuran dari gen itu. Lantas apakah artinya selingkuh adalah penyakit yang sulit disembuhkan? Jawabannya adalah bisa iya bisa juga tidak. Karena nyatanya gen tersebut tidak bekerja sendiri. Kecenderungan seseorang untuk berselingkuh juga dipengaruhi beberapa gen lain, selain itu faktor lingkungan, ...

Fakta : Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal

Fakta : Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal Fakta Unik : Perlu di ketahui mulai dari sekarang mengenai Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal agar dapat mencegahnya dari sejak dini. Berikut ini beberapa Gejala Penyakit Ginjal Stadium Awal secara umum, diantaranya : 1 Urine Berbusa Biasanya terjadi penyakit gagal ginjal ditandai dengan adanya perubahan pada kondisi air kencing. Yakni air kencing yang menjadi berbusa atau pun berbuih. Hal ini diakibatkan adanya protein berlebih pada air kencing. Patut diwaspadai bahwa dengan adanya kondisi seperti ini berarti terdapat permasalahan di dalam organ tubuh anda. 2 Mudah Lelah Organ ginjal merupakan organ yang sangat berperan penting di dalam tubuh seperti mengatur kandungan kalium, kandungan asam, dan kandungan garam. Membersihkan kotoran juga merupakan fungsi dari organ ginjal bersamaan dengan memproduksi vitamin D dan menyeimbangkan cairan tubuh. Apabila organ ginjal mulai terganggu, maka tubuh pun akan mudah terasa lemas d...

Tomat Ternyata Tak Boleh Dimakan Mentah, Ini Faktanya!!!

Tomat Ternyata Tak Boleh Dimakan Mentah, Ini Faktanya!!! Faktaunik: Tomat  adalah buah yang berbentuk bulat dan memiliki warna yang merah dan ada yang hijau.  Tomat  memiliki tekstur kulit yang sangat halus. Biasanya  tomat  jenis tersebut digunakan untuk membuat salad. Dalam buah  tomat  terdapat banyak biji di dalamnya Tomat, sayuran yang juga bisa disebut buah ini memang tidak berbahaya ketika dimakan mentah-mentah. Akan tetapi akan lebih baik jika memakannya dalam kondisi dimasak menurut studi dari Cornell University. Hal ini dikarenakan tubuh akan semakin banyak menyerap likopen dari tomat ketika dimasak. Tomat dipanaskan selama dua menit, 15 menit, dan 30 menit, makan tingkat nutrisi secara bertahap meningkat semakin lama setelah mereka dimasak. Lycopene telah terbukti membantu mencegah kanker dan penyakit jantung.